Jurnal Amanat Agung https://ojs.sttaa.ac.id/index.php/JAA <p>Jurnal Amanat Agung (selanjutnya, Jurnal AA) adalah jurnal berbasis <em>peer-review</em> yang diterbitkan oleh STT Amanat Agung dua kali setahun pada Juni dan Desember. Jurnal AA diterbitkan dalam rangka turut mengembangkan dan memajukan penelitian di bidang ilmu teologi, yang mencakup sub-bidang biblika, sistematika, historika, dan praktika, termasuk pendidikan Kristen, musik gerejawi, serta studi interkultural.</p> STT Amanat Agung en-US Jurnal Amanat Agung 2086-7611 ALLAH BESAR https://ojs.sttaa.ac.id/index.php/JAA/article/view/734 <p>Mazmur 86 tampil sebagai mazmur ratapan pribadi yang unik karena posisinya menyela kumpulan mazmur bani Korah. Berbagai metode penafsiran telah diterapkan terhadap Mazmur 86 yang menghasilkan beragam pesan sentral. Melalui penerapan metode penelitian puitis-afektif pembacaan dilakukan terhadap Mazmur 86. Penelitian puitis-afektif mencakup empat tahapan pembacaan: keluhan, perasaan, Allah, dan perubahan suasana teks (mood) yang menggambarkan dinamika perjalanan silih berganti antara ratapan dan pujian. Pembacaan penelitian puitis-afektif terhadap Mazmur 86 menghasilkan pesan sentral Allah besar sebagai respons teologis pemazmur terhadap realitas sinkretisme bangsa. Pesan sentral Allah besar menyingkapkan, berbeda dengan kebanyakan penafsir, bahwa Mazmur 86 lebih tepat dipahami sebagai mazmur ratapan dari periode sebelum pembuangan (pre-exilic) bukan mazmur dari periode pembuangan atau pascapembuangan.</p> Armand Barus Copyright (c) 2026 Jurnal Amanat Agung https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2026-06-19 2026-06-19 22 1 1 24 10.47754/jaa.v22i1.734 PEREMPUAN SEBAGAI PENGAJAR DAN PEMIMPIN DALAM KONTEKS PEREMPUAN INDONESIA MENURUT 1 TIMOTIUS 2:11-12 https://ojs.sttaa.ac.id/index.php/JAA/article/view/721 <p>Penafsiran tradisonal terhadap 1 Timotius 2:11-12 kerap dipahami sebagai larangan permanen bagi perempuan untuk mengajar dan memimpin, sementara realitas sosial kontemporer di Indonesia memperlihatkan peningkatan signifikan partisipasi dan kontribusi perempuan dalam kepemimpinan publik maupun gerejawi. Ketegangan ini menuntut peninjauan ulang terhadap teks berdasarkan konteks historis dan dinamika sosial kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode riset literatur dengan pendekatan hermeneutika sosial, yang menganalisis konteks sosial-historis jemaat Efesus, masalah ajaran sesat, serta literatur kontemporer mengenai kepemimpinan perempuan. Kerangka teologis <em>imago dei</em> digunakan sebagai landasan evaluatif terhadap relasi kuasa antara laki-laki dan perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larangan Paulus bersifat situasional dan diarahkan pada penyalahgunaan otoritas yang muncul dalam konteks penyebaran ajaran sesat, bukan pada kapasitas perempuan secara ontologis. Melalui pembacaan logika terbalik, teks ini menyiratkan pengakuan Paulus terhadap kemampuan kepemimpinan perempuan apabila dijalankan secara tertib, bertanggung jawab, dan selaras dengan kesalehan hidup. Penelitian menyimpulkan bahwa 1 Timotius 2:11-12 tidak dapat dijadikan dasar untuk menolak kepemimpinan perempuan secara universal. Dengan demikian, partisipasi perempuan dalam kepemimpinan gerejawi memiliki legitimasi biblis ketika didukung oleh kompetensi, karakter, dan kedewasaan rohani, serta konsisten dengan prinsip <em>imago dei</em> sebagai dasar relasi kepemimpinan yang setara.</p> Harlinton Simanjuntak Mariana Hadi Jesyka Nofrianti Ambarita Alva Gratia Fitrahoney Utomo Copyright (c) 2026 Jurnal Amanat Agung https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2026-06-19 2026-06-19 22 1 25 40 10.47754/jaa.v22i1.721