KEKRISTENAN DAN NASIONALISME DI INDONESIA

  • Arthur Aritonang Sekolah Tinggi Teologi Cipanas
Keywords: Kekristenan, nasionalisme, agama, politik, dan Pancasila

Abstract

“Kekristenan dan Nasionalisme di Indonesia” membahas mengenai sejarah kekristenan di Indonesia yang diasumsikan sebagai agama yang pro terhadap penjajah dari Barat namun asumsi itu tidak benar sebagai bukti ada banyak tokoh Kristen yang ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dengan didasarkan semangat nasionalisme. Kemudian pasca-kolonial Belanda kekristenan ingin menampilkan wajah baru yang sungguh-sungguh keindonesiaan dengan lahirnya organisasi DGI/PGI. Namun seiring waktu ketika berakhirnya era orde baru dan memasuki era reformasi, kekristenan dan masyarakat lainnya di Indonesia menghadapi arus gelombang yang mengatas-namakan agama yang pergerakannya cukup masif dibandingkan di era orde lama diantaranya: kelompok Islam fundamentalis yang ingin menjadikan NKRI bersyariat Islam, adanya gerakan politik transnasional HTI yang ingin menghidupkan kembali kejayaan Islam pada abad ke-6 dan faham Wahabisme yang sarat dengan kekerasan. Persoalan lainnya ialah adanya kemiskinan yang terstruktur akibat dari krisis moneter yang melanda di Indonesia tahun 1997. Melalui masalah ini, setiap agama-agama di Indonesia harus melakukan konvergensi atas dasar keprihatinan yang sama.

Abstract: Christianity and Nationalism in Indonesia” discuss the history of Christianity in Indonesia, which is assumed to be a religion that is pro to Western colonialism. Still, this assumption is incorrect as evidence that many Christian figures fought for Indonesian independence based on the spirit of nationalism. Then post-colonial of Dutch, Christianity wanted to be presented a truly Indonesian face with the birth of the DGI / PGI organization. But over time when the end of the new order and entering the era of reform, Christianity and the other societies in Indonesia faced challenges in the name of religion whose movements were quite massive compared to the old order including fundamentalist Islamic groups who wanted to make the Republic of Syariat Muslim Indonesia, a transnational HTI political movement that wanted to revive the glory of Islam in the 6th century and the ideology of Wahhabism which is loaded with violence. Another problem is the existence of structured poverty due to the monetary crisis that hit Indonesia in 1997. Through this problem, every religion in Indonesia must converge on the basis of the same concerns.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdillah, Masykuri. Islam dan Dinamika Sosial Politik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2011.

Aritonang, Jan S. Sejarah Perjumpaan Kristen dan Islam di Indonesia. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2006.

Daulay, Richard. Kekristenan dan Politik. Jakarta: Waskita, 2011. Fachrudin, Azis Anwar. Polemik Tafsir Pancasila. Yogyakarta: CRCS (Center for Religious and Cross-cultural Studies) Program Studi Agama dan Lintas Budaya Sekolah Pascasarjana Lintas Disiplin UGM, 2018.

Geovanie, Jeffrie. Civil Religion Dimensi Sosial Politik Islam. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2013.

Ghazali, Abd Moqsith. “Demistifikasi Kepemimpinan Politik Muhammad SAW”. dalam Buletin Postra Islam, Politik, dan Demokrasi. Jakarta: Institute for Social Institutions Studies (ISIS), Juli – Agustuts, 2002.

Hutauruk, M. Gelora Nasionalisme Indonesia. Jakarta: Erlangga, 1984.

Jonkennedi. Gerakan Hizbut Tahrir dan Realitas Politik Islam Kontemporer di Indonesia. Dakwah dan Komunikasi Jurnal Komunika Vol. 6 No.1 Januari-Juni 2012.

Ngelow, Zakharia J. Kekristenan dan Nasionalisme Perjumpaan Umat Kristen Protestan dengan Pergerakan Nasional Indonesia 1900-1950. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1996.

Nurcahyo, Y. Ari. “Pascanasionalisme, PascaIndonesia Meneropong Masa Depan Nasionalisme.” dalam Meneropong Indonesia 2020 Pemikiran dan Masalah Kebijakan. Jakarta: Soegeng Sarjadi Syndicated, 2004.

Rahmat, Ioanes. Di Tengah Arus Fundamentalisme dalam Gereja, dalam Fundamentalisme Agama-Agama dan Teknologi. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1992.

Shidqi, Ahmad. Respons Nahdlatul Ulama (NU) terhadap Wahabisme dan Implikasinya bagi Deradikalisasi Pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Islam, Volume II/1 Juni 2013.

Simamora, Ranto G. Misi Kemanusian dan Globalisasi Teologi Misi dalam Konteks Globalisasi. Bandung: Ink Media, 2006. Simatupang, T. B. Iman Kristen dan Pancasila. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1985.

Sitompul, Einar M. “Gereja, Agama dan Globalisasi.” dalam Perjalanan Sarat Muatan 1-65 Tahun Pdt. Dr. Einar M

Sitompul. Jakarta: Unit Publikasi dan Informasi Sekolah Tinggi Teologi Jakarta, 2014.

_______________. “Warga Gereja dalam Kehidupan Bernegara.” dalam Perjalanan Sarat Muatan Buku 1 – Pdt. Dr. Einar Sitompul. Jakarta: Unit Publikasi dan Informasi Sekolah Tinggi Teologi Jakarta berkerjasama dengan HKBP Menteng, 2014.

Solaiman, Antie. “Teologi dan Nation Building: Gereja dan Pembenahan Sosial.” dalam Peran Kristen dalam Membangun Masyarakat Sipil. Diedit oleh Victor Silaen. Jakarta: Pustaka Tangga, 2003.

Timo, Ebenhaizer Nuban. Nasionalisme Indonesia: Sebuah Kajian Antropologis-Historis mengenai Partisipasi Gereja dalam Nasionalisme Indonesia Pasca Pilpres 2014, Jurnal Humaniora Yayasan Bina Darma, Diskursus III/3, September 2014.

Weiden, W. Van Der. “Kritik Sosial dari Nabi-Nabi Israel.” dalam Aspek-Aspek Teologi Sosial ed. J. B. Banawiratma Yogyakarta: Kanisius, 1988.

Yewangoe, Andreas A. Agama dan Kerukunan. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2002.

__________________. Allah Mengizinkan Manusia Mengalami DiriNya Pengalaman dengan Allah dalam konteks Indonesia yang Berpancasila, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2018.

__________________. Theologia Crucis Di Asia PandanganPandangan Orang Kristen Asia mengenai Penderitaan dalam Kemiskinan Dan Keberagamaan di Asia. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1996.

Bahan Ajar

Daulay, Richard. Keterlibatan Umat Kristen di Tengah Kehidupan Sosial Politik di Indonesia. Makalah: Kuliah Umum STT Cipanas, 2012.

Majalah

Ms. “Junjung Tinggi Kemanusiaan dalam Menyikapi Konflik dan Kekerasan Berlatar Belakang Agama.” Berita Oikoumene, November 2012.

Wawancara

Wawancara Andreas A. Yewangoe, 11 Oktober 2019 pukul 14.00-16.05 WIB.

Published
2019-06-01
How to Cite
Aritonang, A. (2019). KEKRISTENAN DAN NASIONALISME DI INDONESIA. Jurnal Amanat Agung, 15(1), 111-141. https://doi.org/10.47754/jaa.v15i1.344